Apa Fungsi NVIDIA GeForce? Penjelasan Fungsi NVIDIA Control Panel

Posted on

Halo para Gamers para Pecinta Game. Semakin tahun tentu para vendor arsitek game selalu memunculkan game – game terbaru. Tentu para pecinta game ingin selalu mengikuti dan menikmati perkembangan game tersebut. Ada game yang tergolong Low End ada juga yang High End.

Untuk game Low End tentu tidak terlalu menyajikan pengalaman yang istimewa. Namun game yang tergolong High End akan menyajikan pengalaman game yang sangat istimewa. Tentu untuk mendukung game tersebut perlu juga hardware yang mumpuni. Sehingga para gamers yang punya PC standar atau speksifikasi menengah ke bawah harus memutar otak untuk ikut merasakan game – game High End

Baca juga : Cara Setting NVIDIA GeForce untuk PES

Untuk para pecinta game tentu tidak asing dengan nama NVIDIA GeForce. NVIDIA GeForce memang memberi kebebasan dalam mengatur kinerja kartu grafiknya melalui NVIDIA Control Panel. Tidak hanya itu, NVIDIA juga memberi support kepada para pengguna dalam mengoptimalisasi pengaturan game melalui GeForce Experience. Tetap saja, penggunaan NVIDIA Control Panel yang begitu sulit dimengerti serta aplikasi GeForce Experience yang tidak ramah terhadap pemilik komputer/laptop low-end menjadikan kedua hal ini tidak membantu, bahkan tidak jarang ada yang mengambil resiko dengan melakukan Overclock terhadap komputer ataupun laptopnya hingga berlebihan, padahal yang demikian dapat merusak komputer ataupun laptopnya.

Apa Fungsi NVIDIA Geforce?

Berikut adalah penjelasan mengenai pilihan-pilihan yang tersedia dalam setting NVIDIA Control Panel :

Baca juga : Cara Membuka NVIDIA Control Panel

1. Ambien Occlusion

Salah satu fungsi NVIDIA GeGorce bisa untuk mengatur pencahayaan bayangan dan kedalaman gambar agar terlihat lebih realistis. Pada pilihan option Ambien Occlusion ini untuk mengatur pencahayaan bayangan dan kedalaman gambar agar terlihat lebih realistis. Pada beberapa aplikasi dan game, terdapat pilihan tambahan untuk mengatur Ambient Occlusion, antara lain SSAO, HBAO, dan HBAO+. Ambient Occlusion merupakan salah satu settingan yang menuntut kinerja GPU yang tinggi, sehingga bagi yang memiliki komputer low-end, disarankan untuk memilih Performance, bahkan OFF, memaksa aplikasi atau game untuk tidak menggunakan Ambient Occlusion sama sekali. Namun jika yang memiliki komputer high-end, pemilihan settingan Quality akan menawarkan tampilan yang lebih realistis, sehingga pengalaman gaming atau desain 3D menjadi lebih terasa.

2. Anisotropic Filtering

NVIDIA GeForce juga menyediakan fungsi penyaringan texture permukaan gambar pada objek 3D agar terlihat lebih jernih dan indah. Settingan ini  untuk mengatur penyaringan texture permukaan gambar pada objek 3D agar terlihat lebih jernih dan indah. Semakin tinggi pengaturan yang dipilih (2x, 4x, 8x, 16x), semakin jernih gambar yang ditampilkan oleh aplikasi maupun game, dan tentunya semakin tinggi pula performa yang dituntut untuk mengengeksekusinya. Untuk tidak mengurangi kepuasan dalam gaming maupun pengolahan grafis, pilihan 2x atau 4x merupakan pilihan optimal yang direkomendasikan, namun jika terasa lambat atau terjadi penurunan FPS secara drastis, maka di-OFF-kan saja. Settingan 8x hingga 16x sangat direkomendasikan bagi para pemilik GPU high-end.

Sedikit penjelasan mengenai settingan selanjutnya, Anti-Aliasing adalah teknik yang digunakan GPU dalam memperhalus sudut-sudut atau bagian dari objek 3D yang terlihat kasar (patah/kotak). Berikut adalah beberapa penjelasan yang cukup penting terkait hal ini :

3. Antialiasing – FXAA (Fast Aproximate Anti-Aliasing)

Ini merupakan salah satu teknik yang digunakan oleh GPU, yakni dengan menghaluskan semua bagian kasar dalam tampilan aplikasi secara keseluruhan. Memang terdengar bagus, tapi tidak adanya pemilahan terhadap bagian-bagian yang harus dihaluskan membuat beberapa bagian pada objek menjadi kabur, dan hal ini akan sangat terasa pada saat rendering video, karena biasanya teks dalam video tersebut juga akan ikut ‘dihaluskan’, sehingga teks menjadi kabur. Beberapa aplikasi tidak mendukung settingan ini, sehingga direkomendasikan untuk di-OFF-kan saja, akan tetapi bagi yang menggunakan GPU low-end dan terasa berat jika memilih beberapa settingan Antialiasing lain nantinya, maka di-ON-kan saja dengan mematikan settingan Antialiasing lainnya.

4. Antialiasing – Gamma Correction

Settingan ini berfungsi untuk mengatur kecerahan gambar, dan tidak berefek apa-apa pada performa game maupun pengolahan grafis. Pada umumnya, settingan ini tidak berefek apa-apa pada game modern, karena game-game tersebut telah memiliki ukuran kecerahannya tersendiri. Silahkan diatur ON atau OFF sesuai dengan pilihan yang dirasa sesuai.

5. Antialiasing – Mode

Settingan ini menentukan cara GPU dalam mengeksekusi Antialiasing dalam aplikasi. Jika di-OFF-kan, NVIDIA Control Panel akan menonaktifkan semua antialiasing yang ada dalam game maupun aplikasi olah grafis secara paksa, sebaliknya jika memilih Override Any Application Setting, NVIDIA Control Panel akan memaksa GPU untuk melakukan proses Antialiasing pada semua aplikasi sesuai dengan pengaturan yang anda pilih tanpa menghiraukan settingan Antialiasing dalam game ataupun aplikasi olah grafis. Settingan Enhanche The Application Setting akan membuat GPU berusaha untuk mengoptimalkan Antialiasing yang disediakan dalam aplikasi atau game. Disarankan untuk memilih Application-Controlled, karena pilihan ini membebaskan aplikasi untuk mengeksekusi metode Antialiasing-nya sendiri, sehingga kualitas grafis menjadi lebih baik, namun bagi GPU low-end, cukup gunakan FXAA saja, dengan meng-OFF-kan settingan ini.

6. Antialiasing – Setting

Settingan ini bisa dipilih jika kita memilih Override Any Application Setting atau Enhance The Application Setting pada settingan Antialiasing – Mode. Settingan ini berfungsi untuk mengatur tingkat pemaksaan Antialiasing yang dilakukan GPU dalam aplikasi atau game. Semakin tinggi pengaturan yang dipilih, semakin halus gambar yang diperoleh. Sebaiknya settingan ini dibiarkan pada Application-Controlled saja, karena setiap aplikasi memiliki metode Antialiasing yang lebih cocok dalam mengoptimalkan tampilan grafisnya. Settingan ini sangat membebani GPU, sehingga bagi yang memakai GPU low-end, dianjurkan untuk meng-OFF-kan settingan ini.

7. Antialiasing – Transparency


Settingan ini berfungsi untuk mengatur metode yang dipakai GPU dalam menghaluskan objek-objek 3D yang lebih kecil, halus, dan spesifik (seperti daun, batu, dll). Semakin tinggi settingan yang dipilih, semakin baik pula tampilan detail-detail kecil yang ada dalam aplikasi maupun game, menambah aspek realitas didalamnya. Tentunya settingan ini cukup membebani GPU, sehingga untuk GPU low-end, sebaiknya cukup pilih Multisample, karena sekalipun dimatikan, beberapa game atau aplikasi tetap akan menggunakan metode Antialiasingnya masing-masing, sehingga lebih baik dipaksakan saja ke Multisample agar tidak terjadi penurunan performa. Bagi yang memilih salah satu tingkat Antialiasing pada settingan sebelumnya, maka disesuaikan dengan tingkat Antialiasing yang dipilih agar gambar menjadi sesuai (misalnya jika memilih 4x pada setingan sebelumnya, maka pilih 4x juga pada setingan ini), sedangkan pagi para pengguna GPU high-end yang memilih tingkat maksimal pada settingan sebelumnya, pilih 8x untuk kualitas grafis yang maksimal.

8. CUDA (Computed United Device Architecture) – GPU

Settingan ini berfungsi untuk memerintahkan GPU agar membantu kinerja komputer secara keseluruhan, tidak hanya dalam hal olah grafis. Pada eksekusi aplikasi ataupun game, settingan ini akan mengoptimalkan kinerja komputer dalam optimalisasi pengolahan partikel PhysX dan AI, menambah aspek realitas dalam gaming. Settingan ini tetap dibiarkan pada ALL. Tentunya, settingan ini akan sangat bermanfaat bagi pengguna multi-GPU (umumnya pengguna PC).

9. DSR – Factor


Settingan ini berfungsi untuk mengatur resolusi render aplikasi atau game menjadi lebih tinggi dari resolusi bawaan layar, sehingga sangat bermanfaat bagi yang ingin menggunakan monitor lain atau proyektor dalam mengolah aplikasi atau gaming. Silahkan disesuaikan dengan kemampuan layar yang ingin dipakai.

10. DSR – Smoothness

Settingan ini berfungsi apabila DSR-Factor diaktifkan. Disini kita bisa mengatur tingkat kehalusan gambar yang diinginkan ketika kita menggunakan layar lain atau proyektor untuk tampilan komputer. Settingan ini tidak mempengaruhi performa, sehingga dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan.

11. Maximum Pre-Rendered frame


Settingan ini mengatur jumlah frame yang disiapkan (di-buffer) sebelum dirender atau ditampilkan oleh GPU dalam aplikasi atau game. Settingan ini berfungsi untuk meringankan kinerja GPU, namun jika settingan tidak sesuai dengan aplikasi, terkadang sering terjadi lag atau delay, dan hal ini tentunya sangat mengganggu. Biarkan settingan ini pada Application-Controlled, namun jika aplikasi atau game terasa lag atau lambat, pindahkan settinga ke 1.

12. Power Management Mode

Ini untuk memilih tingkat daya yang digunakan GPU ketika bekerja. Umumnya, ketika komputer tidak terlalu menuntut kinerja olah grafis, GPU akan menurunkan Clock-Rate (kecepatan)nya untuk meminimalisir penggunaan daya. Terdapat beberapa settingan yang dapat dipilih, namun direkomendasikan untuk memilih Adaptive agar GPU menggunakan daya sesuai dengan kebutuhannya. Pemilihan Preferred Maximum Performance hanya akan membuang daya sia-sia, akan tetapi jika kita ingin memainkan game-game lama dengan kualitas grafis yang lebih tinggi, maka Preferred Maximum Poerfrmance boleh saja dipilih. Pemilihan opsi lain akan menurunkan performa GPU disaat yang tidak terduga, sehingga tidak dianjurkan, kecuali saat sedang ingin menghemat baterai pada laptop.

13. Shader Chace

Settingan ini befungsi untuk menyediakan ruang bagi kumpulan shader efek pada game atau aplikasi dengan memanfaatkan Virtual RAM GPU dan Harddisk yang dimiliki komputer. Hal ini akan mempercepat proses pengolahan shader, sehingga menambah performa olah grafis GPU. Sangat direkomendasikan untuk meng-ON-kan settingan ini. Tentunya, pengguna SSD dan pemilik GPU dengan VRAM yang besar akan sangat diuntungkan dengan adanya fitur ini.

Selanjutnya kita akan membahas tentang Texture Filtering, yakni proses penyaringan tekstur permukaan objek dalam aplikasi atau game untuk menghasilkan kualitas gambar yang lebih baik. Settingan ini hampir sama dengan Antialiansing, hanya saja tujuan dan hasil yang dicapai berbeda. Pengaturan yang salah akan menyebabkan beberapa kejanggalan, seperti blur (buram) pada beberapa bagian, ketidaksesuaian gambar, gambar kotak-kotak (kasar), dan lain-lain.

14. Texture Filtering – Anisotropic Sample Optimization

Settingan ini berfungsi untuk mengoptimalisasi performa settingan Anisotropic Filtering jika kita mengaktifkannya sebelumnya (pada penjelasan 2). Jika memang Anisotropic Filtering diaktifkan, sebaiknya settingan ini di-OFF-kan saja agar performa pada penggunaan Anisotropic Filtering lebih optimal. Jika diaktifkan bersamaan dengan Anisotropic Filtering, ditakutkan akan terjadi kerusakan tekstur pada bagian-bagian tertentu dalam aplikasi atau game, sedangkan bagi yang tidak memakai Anisotropic Filtering, settingan ini di-ON-kan saja, karena tidak memberi pengaruh yang signifikan terhadap performa olah grafis.

15. Texture Filtering – Negative LOD (Level Of Detail) Bias

Settingan ini berfungsi untuk mengatur ketajaman detail-detail kecil pada tekstur dalam game atau aplikasi. Terdapat 2 pilihan disini, yakni Clamp dan Allow. Settingan ini tidak memberi dampak signifikan untuk NVIDIA seri GTX400 keatas, dan game-game dan aplikasi modern memaksa settingan ini untuk tetap aktif. Namun bagi yang memakai GPU low-end, jika ingin dapat mengeksekusi game-game dan aplikasi lama dengan performa maksimal, direkomendasikan untuk memilih Clamp.

16. Texture Filtering – Quality

Settingan ini berfungsi untuk mengatur metode pengontrolan optimalisasi penyaringan tekstur yang dilakukan oleh driver GPU. Settingan ini mempengaruhi settingan Texture Filtering Anisotropic Sample Optimization yang sebelumnya telah kita bahas dan settingan Texture Filtering Trilinear Optimization yang akan kita bahas setelah ini, dimana driver akan melewatkan pengaturan yang telah kita pilih sekalipun kita telah menentukan pilihan kita. Disini terdapat 4 pilihan, yakni High Performance, Performance, Quality, dan High Quality. Berikut pengaruh dari masing-masing pilihan :

  • High Performance : Texture Filtering – Anisotropic Sample Optimization >> ON,  Texture Filtering – Trilinear Optimization>>ON, direkomendasikan untuk GPU low-end
  • Performance      : Texture Filtering – Anisotropic Sample Optimization >> ON,  Texture Filtering – Trilinear Optimization>>ON, direkomendasikan untuk GPU standar agar performa lebih optimal
  • Quality              : Texture Filtering – Anisotropic Sample Optimization >> OFF,  Texture Filtering – Trilinear Optimization>>ON, untuk GPU standar atau yang lebih baik
  • High Quality           : Texture Filtering – Anisotropic Sample Optimization >> OFF,  Texture Filtering – Trilinear Optimization>>OFF , direkomendasikan untuk GPU High-End

17. Texture Filtering – Trilinear Optomization

Ini merupakan metode penyaringan texture yang lebih mendasar dibanding dengan settingan-settingan sebelumnya. Jika dikombinasikan dengan Anisotropic Filtering, settingan ini akan memberikan kualitas grafis yang sangat luar biasa. Settingan ini cukup membebani GPU, sehingga untuk GPU lowend, disarankan untuk memilih OFF. Jika di pengaturan sebelumnya kita memilih HighQuality, settingan ini tidak akan dapat diakses.

18. Threaded Optimization

Settingan ini berfungsi untuk mengontrol pemanfaatan kinerja CPU multicore dalam pengolahan grafis, sehingga eksekusi aplikasi dan game menjadi lebih lancar. Settingan ini sangat berguna bagi yang memiliki CPU yang memiliki 4 core atau lebih. Disarankan untuk memilih ON atau Auto pada settingan ini, tetapi apabila terdapat masalah ketika mengeksekusi aplikasi atau game lama, maka di-OFF-kan saja.

19. Triple Buffering

Settingan ini sebenarnya berfungsi untuk membantu kinerja GPU jika VSynch (akan dibahas selanjutnya) diaktifkan, akan tetapi settingan ini justru menurunkan performa bagi komputer yang memakai GPU lowend. Triple Buffering mengisi ruang kosong muncul jika framerate aplikasi atau game turun dibawah refresh rate monitor, namun hal ini terkadang menyebabkan lag. Selain itu, triple buffering juga banyak mengkonsumsi VRAM GPU. Kedua hal ini justru menyebabkan penurunan performa secara signifikan, terutama pada GPU lowend. Settingan ini hanya berfungsi jika VSynch diaktifkan, dan direkomendasikan untuk di-OFF-kan.

20. Vertical Synch

Vertical Synch (VSynch) adalah proses penyesuaian kinerja GPU dengan kemampuan monitor untuk menampilkan jumlah frame per detik pada layar (refresh rate). Misalnya, layar dengan refresh rate 60hz akan mampu menampilkan gambar 60fps. Jika VSynch diaktifkan, GPU akan menyesuaikan jumlah frame yang diproses per detik dengan refresh rate monitor, sehingga tidak terjadi tearing (gambar pecah) pada aplikasi ataupun game. Namun, VSynch akan membatasi potensi GPU untuk menghasilkan jumlah frame yang lebih baik, dan setiap kali jumlah fps yang dihasilkan lebih rendah dari refresh rate monitor, performa game atau aplikasi akan menurun. Pengaturan VSynch sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan GPU dan monitor, namun untuk menghindari tearing, sebaiknya d-ON-kan. Untuk GPU lowend, sesuaikan dengan aplikasi atau game yang ingin dimainkan, karena tidak jarang terdapat game yang memiliki VSynch bawaan.

21. Virtual Reality Pre-Rendered Frame

Settingan ini hanya berfungsi bagi yang memiliki perangkat Virtual Reality, sehingga tidak kita bahas disini.

Pada pengaturan PhsyX (dibawah Manage 3D), sebaiknya pilih Auto, sehingga komputer dapat memilih hardware terbaik dalam mengelola partikel PhsyX dan AI, dikarenakan terdapat beberapa perbedaan pada setiap game dalam pengelolaan PhsyX.

22. Multi-Framed Sample Antialiasing (MFAA)

Pada GPU NVIDIA seri GTX 900 atau yang lebih baru, terdapat settingan tambahan, yaitu MFAA. Settingan ini menawarkan teknik pengolahan gambar yang sama seperti Multi-Sample Antialiasing akan tetapi dengan hampir tidak mengurangi performa olah grafis. Settingan ini dapat dikombinasikan dengan teknik Antialiasing lain, sehingga seri GPU NVIDIA terbaru dapat menghasilkan kualitas gambar yang jauh lebih baik dengan performa yang jauh lebih optimal dibanding pendahulunya, dan pastinya settingan ini harus di-ON-kan.

23. Multi-Display/Mixed GPU Acceleration

Settingan ini menentukan bagaimana OpenCL menangani olah grafis aplikasi atau game apabila komputer memiliki 2 GPU NVIDIA yang berbeda (umumnya PC). Jika kinerja kedua GPU sama, settingan ini tidak memberi efek yang signifikan, namun jika salah satu GPU lebih menonjol dalam performanya, pilih Single Display Performance Mode dengan memilih GPU yang lebih baik, atau Compantibility Performance Mode agar komputer menentukan mana yang lebih cocok dalam mengeksekusi aplikasi atau game tertentu.

Demikian sedikit ilmu berbagi tentang Fungsi NVIDIA GeForce. Jangan sampai PC kita atau Laptop kita sudah terpasang NVIDIA GeForce tapi tidak bisa memaksimalkan fungsinya.

Selamat ber eksperimen untuk mencoba settingan yang terbaik sesuai kemampuan CPU atau PC kita.

Jangan lupa LIKE dan SHARE supaya bermanfaat untuk yang lain. Terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *