Awas !! Jangan Asal Rem !! Pelajari Teknik Pengereman Dalam Bersepeda Gunung

Posted on
teknik pengereman bansolinc.com

Teknin Pengereman – Banyak pencinta sepeda gunung berlatih untuk fisik dan mengendalikan teknik besepeda. Ada yang dilupakan yaitu teknik pengereman karena bagian ini paling sederhana. Cukup menekan rem dan sepeda akan berhenti. Tapi ternyata tidak sesederhana itu, karena ada teknik rem dalam sepeda gunung supaya tetap aman.

baca juga : Awas Tanjakan!! Berikut Tips dan Trik Bersepeda di Tanjakan

Bagian awal adalah posisi tuas rem. Posisi tangan harus senyaman mungkin meraih tuas rem dan pas dengan posisi berkendara. Biasanya mengunakan sudut 45 derajat kebawah, dan bisa lebih tinggi. Tergantung tipe sepeda yang di kendarai dan postur tubuh kita.

 

Manfaatkan ke 2 rem depan dan belakang.

Banyak pengendara sepeda mengalami kecelakaan karena tergelincir atau terjatuh karena sepeda tetap melaju di lintasan licin.

Mereka lebih banyak mengunakan rem belakang dibanding rem depan. Seharusnya kedua rem digunakan untuk menurunkan kecepatan, dan rem depan biasanya lebih diutamakan dibanding rem belakang ketika jalan menurun.

 

Contoh ketika sepeda menurun maka beban akan pindah ke roda depan. Posisi roda depan akan mendapatkan beban 70%, sedangkan ban belakang hanya 30%. Rem depan akan lebih kuat menahan laju sepeda. Tetapi hati hati untuk tidak mengunci ban sampai berhenti, atau pengendara malah bisa terlempar.

baca juga : Mau Beli Sepeda?? Baca Ini Dulu !!

Dengan memanfaatkan rem depan maka laju sepeda akan lebih cepat berhenti dibanding rem belakang. Kombinasi keduanya akan lebih bermanfaat untuk mengurangi laju sepeda. Rem belakang berfungsi sebagai pembantu untuk pengendali atau kondisi darurat.

 

Jangan mengunci kedua roda. Ketika melintas di medan licin seperti berpasir, berbatu halus. Pengereman maksimum tidak akan menghentikan sepeda bahkan dapat membuat roda terkelincir. Kurangi kecepatan sepeda sebelum masuk lintasan akan lebih aman, dibanding mengandalkan rem setelah masuk lintasan.

baca juga : Macam – macam Cidera dalam Olahraga dan Penanganannya

Kendalikan kecepatan sebelum mencapai tikungan, dan bukan melakukan pengereman mendadak di tikungan. Biasakan menurunkan kecepatan sebelum mencapai tikungan untuk menghindari resiko tergelincir. Sehingga anda dapat mengatur kecepatan dan navigasi untuk masuk ke tikungan dengan pasti.

 

Seandainya terlambat melakukan pengereman di tikungan, kondisi ini sebaiknya menghindari pemakaian rem depan terlalu kuat. Karena roda depan perlu untuk pengendalian arah sepeda.

Teknik terakhir, tidak perlu mengunci rem dengan kuat. Khususnya di turunan, kemungkinan akan membuat anda terjungkal ke depan. Atau membuat anda tergelincir karena ban tidak lagi mencengkram medan jalan.

 

Perhatikan medan jalan sebelum melakukan pengereman kuat dan pastikan roda tidak tergelincir di lintasan. Misalnya ada akar pohon, roda yang dihentikan mendadak akan membelokan arah sepeda dari yang ditentukan.

 

Kebiasaan teknik rem bersepeda gunung bisa dilatih, bila sudah terbiasa maka pengemudi akan lebih nyaman. Teknik diatas adalah teknik dasar pengereman untuk sepeda gunung. Apabila sobat goweser ada yang lebih berpengalaman mohon masukannya di komentar.

 

Jangan lupa LIKE dan SHARE supaya bermanfaat untuk para goweser yang lain.

Terimakasih

Artikel terkait :

Otot yang Bekerja Ketika Bersepeda

Perhitungkan!! Menentukan Jenis Rem Hidraulik dan Harganya

Mengenali Bagian – bagian di Sepeda

Jangan Salah Pilih!! 8 Jenis Sepeda Sesuai Kegunaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *