Teknik Jatuhan dan Bantingan Dalam Pencak Silat

Posted on

Teknik Jatuhan – Pencak silat memiliki berbagai macam teknik dasar, salah satunya adalah teknik jatuhan, apakah yang dimaksud dengan teknik jatuhan tersebut ? dan ada berapa cara yang bisa digunakan untuk menjatuhkan lawan? semua pertanyaan tersebut akan coba kami bahas dalam tulisan berikut ini, silahkan disimak.

baca juga : Melatih Tendangan Cepat dan Kuat

Jatuhan adalah teknik menjatuhkan lawan sebagai tindak lanjut dari teknik tangkapan atau serangan langsung. Teknik jatuhan dapat dilakukan dengan menambah tenaga serangan lawan searah, merubah arah serangan lawan, menghilangkan tumpuan badan.

baca juga : Cara Melatih Pukulan Supaya Cepat dan Kuat

Jatuhan adalah usaha menjatuhkan lawan sebagai tindak lanjut dari tangkapan secara langsung. Jatuhan dapat dilakukan dengan cara:

  • Menambah tenaga serangan lawan searah dengan;
    1. Tarikan : pertama tangkap dan tarik searah dengan serangan.
    2. Dorongan : pertama hindar dan dorong searah dengan serangan.
  • Menambah tenaga serangan lawan tarikan dan dorongan diawali dengan gerak elakan. Pertama tangkap tarik searah serangan dan kedua hindar kemudian dorong searah serangan.
  • Merubah arah serangan lawan dengan cara tarikan, dorongan, dan putaran yang didahului dengan teknik elakan atau tangkapan, yaitu:
    1. Dengan cara tarikan, pertama tangkap dan tarik ke samping atau ke bawah.
    2. Dengan cara dorongan, pertama elak dan dorong ke samping.
    3. Dengan cara putaran, pertama tangkap dan putar ke kiri atau kanan.
  • Meniadakan tumpuan badan lawan dengan sapuan, kaitan, angkatan, guntingan. Yaitu:
    1. Sapuan: meniadakan tumpuan badan lawan dengan sapuan usaha menjatuhkan lawan dengan cara menyapu kaki lawan menggunakan kaki. Dapat dilakukan dengan posisi tegak, rebah dan lingkar.
    2. Kaitan: Meniadakan tumpuan lawan dengan kaitan, adalah usaha untuk menjatuhkan lawan dengan cara mengait kaki lawan dengan menggunakan kaki. Dapat dilakukan dengan arah luar, dalam dan juga belakang.
    3. Angkatan: adalah meniadakan tumpuan badan lawan dengan angkatan, adalah usaha menjatuhkan lawan dengan cara mengangkat kaki lawan dengan menggunakan kaki, dilakukan dari dalam atau dari belakang.
    4. Ungkitan: Usaha meniadakan tumpuan badan lawan dengan ungkitan, adalah usaha menjatuhkan lawan dengan cara mengungkit/mengganjal kaki lawan dengan menggunakan kaki disertai dengan dorongan tangan.
    5. Guntingan: Usaha meniadakan tumpuan badan lawan, dapat juga dilaksanakan dengan guntingan, yaitu usaha menjatuhkan lawan dengan cara menggunting kaki lawan dengan menggunakan kaki. Dilakukan dengan merebahkan diri.

Bantingan dalam pencak silat juga bisa disebut adalah suatu tehnik untuk menjatuhkan lawan kita, dengan memanfaatkan tenaga lawan. Tehnik bantingan terdapat beberapa macam tehnik dasar yaitu:

baca juga : 9 Jenis Tehnik Dasar Pencak Silat untuk Pemula

  1. Bantingan depan

Kuda-kuda kokoh dan tegap, salah satu kaki ke depan dan sedikit di tekuk, kaki yang di belakang lurus dan tumit kaki belakang sejajar dengan tumit kaki depan, kedua tangan berada di depan dada dengan keadaan siap, pada saat lawan melakukan serangan dengan kaki (tendangan) posisi tangan dalam keadaan siap untuk menangkap kaki lawan, dengan memanfaatkan tenaga lawan dengan cara memegang kaki lawan dan pada saat berat badan berpusat ke depan dengan memanfaatkan tenaga lawan kaki lawan di tarik dan di putar ke belakang sehingga lawan terbanting kedepan karena berat badan sepenuhnya berada di depan.

  1. Bantingan belakang

Kuda-kuda kokoh dan tegap, salah satu kaki ke depan dan sedikit di tekuk, kaki yang di belakang lurus dan tumit kaki belakang sejajar dengan tumit kaki depan, kedua tangan berada di depan dada dengan keadaan siap, saat lawan melakukan serangan dengan kaki (tendangan) posisi tanga dalam keadaan siap untuk menangkap kaki lawan, saat menyerang dengan tendangan kaki kiri di geser kedepan tangan kanan menagkap (mengambil) kaki lawan dan posisi kaki kiri menyapu (menggampar) kaki tumpuan lawan, posisi tangan kiri merangkul pinggang lawan kemudian lawan di ankat dan di jatuhkan.

  1. Bantingan samping

Kuda-kuda kokoh dan tegap, salah satu kaki ke depan dan sedikit di tekuk, kaki yang di belakang lurus dan tumit kaki belakang sejajar dengan tumit kaki depan, kedua tangan berada di depan dada dengan keadaan siap, saat lawan melakukan serangan dengan kaki (tendangan) posisi tanga dalam keadaan siap untuk menangkap kaki lawan, pada saat melakukan tendangan kaki lawan di pegang kemudian kaki lawan di tarik ke samping kita dan kaki kanan maju berada di belakang kaki kiri lawan kemudian tumpuan kaki kiri (belakang) di putar ke belakang setelah itu lawan di bantingkan ke samping.

  1. Guntingan

Kuda-kuda kokoh dan tegap, salah satu kaki ke depan dan sedikit di tekuk, kaki yang di belakang lurus dan tumit kaki belakang sejajar dengan tumit kaki depan, kedua tangan berada di depan dada dengan keadaan siap, kemudian kita menyerang lawan dengan cara meloncat kedepan (seperti melakukan slaiding) dengan posisi kaki kiri berada di belakang bawah kaki lawan dan kaki kanan berada di depan perut lawan kemudian kaki kanan di hentakan ke samping belakang lawan bersamaan dengan tubuh kita yang jatuh.

Analisis bantingan dalam pencak silat:

  1. Hukum Newton I (kelembaman)

Suatu benda akan tetap dalam keadaan diam atau bergerak lurus beraturan (dengan arah dan kecepatan yang tetap) kecuali bila benda tersebut dipaksa oleh gaya-gaya mengubah keadaanya. Contoh memanfaatkan kecepatan awal pada saat lawan melakukan tendangan kemudian kaki lawan di tangkap dan di tarik ke arah tendangan sehingga lawan bisa terjatuh.

  1. Arah Gaya dan Kecepatan

Semakin mengikuti arah gaya maka semakin stabil dan bantingan menjadi lebih ringan. Contohnya jika lawan menendang tapi arahnya ke atas, maka kita akan lebih mudah jika menarik kakinya ke atas juga, karena posisi pada saat itu lawan tidak stabil. Kecepatan langkah-langkah mulai dari menangkap dan menjatuhkan meminimalisir kesulitan dalam melakukan bantingan.

  1. Keseimbangan

Pada posisi terakhir dalam melakukan bantingan, kekuatan, posisi kaki, dan posisi badan harus diperhatikan agar bantingan menjadi sempurna, atlet tidak terjatuh, dan mendapatkan poin. Kekuatan dari atlet harus maksimal agar lebih ringan saat melakukan bantingan. Kemudian posisi kaki yaitu membentuk kuda-kuda kokoh dan tegap, salah satu kaki ke depan dan sedikit di tekuk, kaki yang di belakang lurus dan tumit kaki belakang sejajar dengan tumit kaki depan, atau membentuk jubai yaitu posisi kaki sejajar dengan kedua lutut di tekuk. Kemudian posisi badan agak membungkuk ke depan.

artikel terkait : 24 Cara Menguatkan Otot Paha untuk Melatih Kuda – kuda

Itulah informasi mengenai teknik jatuhan dalam pencak silat, semoga bisa memberikan manfaat bagi teman-teman. Terima kasih.

Jangan lupa LIKE dan SHARE supaya bermanfaat

One thought on “Teknik Jatuhan dan Bantingan Dalam Pencak Silat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *