Wisata Jogja – Jalan – Jalan ke Malioboro

Posted on

Bertamasya memang sungguh mengasyikkan dan menyenangkan. Buat yang sudah berkeluarga tentu bisa bertamasya bersama dengan seluruh anggota keluarga sangatlah menjadi idaman. Bagi yang baru berkeluarga, bertamasya berdua jadi suatu momen spesial untuk saling menambah rasa kasih sayang. Bagi para jomblo … oops sorry, hehehe … ya bertamasya bisa sebagai ajang untuk menghibur hati dan bahkan bisa jadi sang jomblo bisa menambah teman dan siapa tau bisa ketemu sang pujaan hati.

Banyak sekali destinasi wisata yang bisa di kunjungi di Indonesia ini. Tentu destinasi wisata yang di sediakan tidak hanya sekedar destinasi yang hanya ciamik buat spot foto saja tapi tentu juga mempunyai berbagai macam cerita.  Sudah banyak destinasi wisata di Indonesia yang menjadi perhatian publik baik di lokal negara Indonesia sampai ke Asia bahkan ke Eropa. Tak sedikit wisatawan asing yang berkunjung ke Indonsia untuk menikmati dan bertamasya di berbagai destinasi di Indonesia.

Pada kesempatan kali ini, akan sedikit saya bicarakan tentang salah satu destinasi wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tidak asing bagi para traveller yang sudah pernah ke Jogja ketika mendengan kalimat MALIOBORO. Malioboro sendiri adalah salah satu ikon di kota Jogja yang banyak di cari oleh para pencari spot untuk ber eksis di sosmed. Malioboro terletak berderet dengan KM 0 Jogja dan menjadi salah satu tujuan untuk urusan buah tangan atau oleh – oleh. Malioboro sebenarnya adalah nama suatu jalan yang di kanan kirinya berderet para pedagang kaki lima dengan berbagai macam dagangan. Letaknya juga berdekatan dengan Stasiun Tugu, Benteng Vredeburg, pasar Bringharjo, dan juga Monumen Ouemuem 1 Maret. Anda juga bisa berjumpa dengan orang-orang asing di Malioboro dari berbagai negara. Banyak hal yang menjadi daya tarik bagi para Traveler dari lokal maupun internasional. Asal-usul nama Jalan Malioboro sendiri bisa dikatakan misterius. Jika di artikan ke bahasa Sansekerta maka dari “Malioboro” memiliki makna karangan bunga. Konon zaman dulu Keraton (baca juga : wisata Keraton Jogjakarta)  mengadakan acara yang cukup besar lalu Jalan Malioboro dipenuhi dengan bunga. Sejarah lain juga Mengatakan kata Malioboro berasal dari nama kolonial Inggris yang memiliki nama Marlbourough dan pernah tinggal di Jogja di tahun 1811 sampai 1816. Kabarnya penamaan Jalan Malioboro juga bertepatan dengan pendirian Keraton Jogjakarta atau kediaman Sultan.  Lalu apa saja hal-hal yang menarik ketika anda Jalan – jalan ke Malioboro yang bisa anda ketahui?

baca juga : 10 Pantai Gunungkidul yang wajib di kunjungi

  • Papan Nama yang Terkenal dan Jadi Rebutan untuk Berfoto

Jika kamu datang ke Jogjakarta dan bersinggah ke Malioboro maka akan terasa sangat kurang jika anda tidak berfoto di byaawah papan nama Jalan Malioboro. Bahkan anda pun harus bergantian menunggu giliran karena papan nama Jalan Malioboro menjadi salah satu destinasi utama untuk mengambil Spot foto para wisatawan. Mungkin karena papan nama Malioboro yang penuh sejarah maka begitu menjadi idola bagi para traveler untuk berfoto di bawah papan nama tersebut. So antri yang tertib ya

  • Ada Pasar di dalam Pasar

Di sepanjang Jalan Malioboro kanan kiri jalan terdapat banyak pedagang kaki lima yang berderet dan berdagang layaknya seperti pasar. Tetapi tahukah anda, anda juga bisa memasuki pasar di dalam pasar. Anda bisa masuk ke pasar bernama Bringharjo yang menjual berbagai batik lengkap dari anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, batik pasangan atau couple dengan berbagai motif batik khas Jogja. Di dalam pasar ini kamu cukup memilih saja karena begitu banyak pedagang yang menawarkan produk batik mereka. Untuk menemukan Pasar Bringharjo kamu cukup cari Mirota Batik yang berada di ujung. Lokasinya tepat di seberang jalan Mirota Batik.

  • Pusat Oleh – oleh Terlengkap

Kalau anda berkunjung ke Jogja dalam urusan oleh-oleh khas Jogja maka Malioboro adalah tempat yang tepat. Di sini anda bisa membeli berbagai pernak-perni, gantungan kunci, kaos, blangkon dan semua kerajinan khas Jogjakarta. Untuk harganya pun cukup beragam ada yang mulai dari Rp5.000 hingga Rp150.000 bahkan ada yang jutaan. Sebagai contoh Saya pernah menemukan kaos dengan motif Malioboro khas Jogjakarta dengan harga yang terjangkau dan itu juga tidak bisa ditemukan di tempat lain.

  • Jasa Penyewaan Kendaraan Tradisional

Bagi Anda yang sedang berjalan-jalan atau sedang berlibur ke Malioboro di sana juga terdapat banyak penyewaan kendaraan tradisional seperti becak atau kereta kuda. Mereka berada di pinggir-pinggir Jalan Malioboro yang siap Anda sewa kapan saja.

  • Wisata Kuliner

Di Malioboro juga sangat cocok bagi Anda yang memiliki hobi kuliner. Karena di sini berbagai makanan khas Jogja bisa anda nikmati seperti mendoan, gudeg, angkringan dan juga makanan-makanan lain khas Jogja. Untuk harganya pun ya relatif terjangkau antara Rp10.000 hingga Rp50.000. Di Malioboro juga terdapat berbagai warung lesehan yang biasanya buka dari pukul jam 19.00 sampai pagi atau dini hari.

 

Pada intinya banyak sekali hal-hal menarik yang bisa anda temukan Ketika anda ber Jalan-jalan ke Malioboro apalagi anda bisa menikmati suasana Malioboro bersama orang-orang tercinta anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *